Blognya Bang Dirman

Blog Pembelajaran

Guru: Yakin, PTN Hanya untuk Orang Kaya!

Posted by zhazhak on January 9, 2011

Kuota mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) yang diberikan secara nasional dirasakan semakin hari semakin sempit. Bahkan, seorang guru di Jakarta menilai, sifat penyeleksian kini semakin eksklusif dan diskriminatif.

“Saya yakin, yang diundang itu nantinya sekolah-sekolah papan atas, yang murid-muridnya dari golongan ekonomi berada, yang gizinya bagus dan tentu saja pintar”. Demikian diungkapkan Retno Listyarti, guru SMAN 13 Jakarta Utara, kepada Kompas.com, Jumat (7/1/2011), terkait aturan baru Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011. Menurut pengamatannya, telah terjadi perubahan signifikan pada sistem seleksi mahasiswa baru PTN saat ini, terlebih pada 2011 ini.

“Dulu, bahkan tahun lalu saja, yang mau daftar itu tinggal berkoordinasi dengan guru bimbingan konseling (BK) di sekolah dan langsung mendaftar. Kalau tahun ini diganti dengan surat undangan, rasanya tidak adil,” ujar Retno.

Seperti diberitakan, SNMPTN tahun ini dibuka melalui dua jalur, yakni ujian tulis dan undangan. SNMPTN undangan hanya terbuka untuk siswa yang sekolahnya mendapat undangan panitia SNMPTN.

Ketua Majelis Rektor PTN Musliar Kasim, Kamis (6/1/2011) di Jakarta, menuturkan, selama ini hampir semua PTN memiliki jatah kursi untuk siswa/siswi berprestasi di sekolah, antara lain dikenal dengan jalur penelusuran minat dan bakat atau penelusuran bibit unggul. Namun, mulai 2011, seleksi yang awalnya dilakukan PTN masing-masing itu akan dilaksanakan oleh panitia SNMPTN 2011.

Siswa yang boleh mengikuti jalur ini harus masuk dalam kategori 25 persen siswa terbaik di sekolah yang sudah terakreditasi. Siswa boleh memilih dua PTN di mana pun dan bisa memilih masing-masing dua program studi.

“Ini kan diskriminasi namanya karena hanya untuk 25 persen siswa terbaik dan dari sekolah yang terakreditasi. Terus terang, kalau ini sama dengan PMDK tidak masalah. Tapi kalau ternyata tidak, ceritanya tentu lain karena akan menghalangi sekolah lain yang belum berakreditasi,” kata Retno.

“Bicara akreditasi, saya yakin, yang diundang itu nantinya sekolah-sekolah papan atas, yang murid-muridnya dari golongan ekonomi berada, yang gizinya bagus dan tentu saja pintar,” paparnya.

Retno menyayangkan jika kondisi itu benar adanya. Dia bisa memastikan, PTN saat ini memberikan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas hanya kepada orang-orang berkantong tebal. Kastanisasi pendidikan, lanjut dia, semakin jelas terlihat di matanya sebagai seorang pendidik.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: